Minggu, 07 Februari 2016
Penyebab Alarm Mobil Bunyi Sendiri
Sebagian dari Anda pasti pernah mengalami gangguan saat parkir mobil, yakni alarm kendaraan sering berbunyi sendiri meski tidak ada pemicu di sekitar kendaraan. Sebenarnya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan alarm kendaraan berbunyi sendiri, namun penyebab yang paling utama adalah karena sensitivitas getar.
Penyebab lain yang patut dicurigai adalah karena sensor pintu atau saklar lampu pintu yang tidak berfungsi maksimal. Bisa juga karena pintu mobil Anda dibuka secara paksa tanpa menggunakan remote control yang tentunya langsung memicu alarm tersebut.
Dilansir situs resmi Toyota, sensor getar alarm yang terpasang di dalam mobil Anda berfungsi untuk mengaktifkan alarm ketika terdeteksi getaran di sekitar mobil. Tidak peduli dari mana getaran tersebut berasal, entah dari jarak dekat maupun dari jarak puluhan meter.
Misalnya saja ketika ada mobil yang melaju kencang melewati mobil Anda yang terparkir, sensor getar akan secara otomatis mendeteksi getaran tersebut dan mengaktifkan alarm. Hal ini pun sebenarnya bisa dipengaruhi oleh pengaturan kepekaan sensor getar yang menangkap getaran atau frekuensi rendah.
Pada modul remote yang telah dilengkapi dengan sensor getar, biasanya dilengkapi dengan bagian untuk mengatur kepekaan dari sensor getar itu sendiri. Masalah biasanya muncul ketika mobil yang sudah diatur sensor getarnya secara minimal namun tingkat kepekaannya tidak berubah.
Jika hal ini terjadi apa yang sebaiknya Anda periksa?
Pertama Anda harus memeriksa modul remote kendaraan terlebih dahulu untuk memastikan apakah posisi potensio meter sudah minimal. Jika memang terdapat masalah pada modul remote tersebut, cobalah untuk mengganti model remote baru yang sama nomor part nya. Hal ini ditujukan agar Anda tidak perlu mengubah jalur kabel.
Anda juga bisa mengganti modul remote yang kini sudah banyak dijual di variasi mobil, namun tentu saja dengan sedikit perubahan jalur kabel. Selanjutnya, Anda juga bisa menonaktifkan sensor getar saja tanpa mengutak-atik fungsi alarm sehingga bisa tetap bekerja.
Rabu, 03 Februari 2016
Oli Tetap Bening Justru Bahaya
Mengganti oli adalah salah satu perawatan reguler pada kendaraan,
termasuk mobil pribadi. Saat oli diganti, maka oli tersebut haruslah
kotor. Kekotoran inilah yang menandakan oli bekerja dengan baik.
"Oli yang bagus itu yang warnanya berubah, misalnya setelah 10 ribu km. Itu artinya oli benar-benar membersihkan komponen internal mesin," ujar Ichsan Adi Permana, instructor technical training PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta, Selasa (26/1/2016).
"Oli yang bagus itu yang warnanya berubah, misalnya setelah 10 ribu km. Itu artinya oli benar-benar membersihkan komponen internal mesin," ujar Ichsan Adi Permana, instructor technical training PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Ichsan menambahkan, justru patut dicurigai jika oli tetap bening setelah
digunakan sekian lama. Jika oli tetap bening, maka cairan tersebut
sebetulnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.
"Salah satu fungsi oli adalah membersihkan mesin. Kalau diganti oli masih bening, maka itu sebetulnya tidak cocok untuk mesin," terangnya.
Ichsan bertaruh, jika mesin yang olinya tetap bening setelah digunakan sekian lama, maka jika dibongkar kemungkinan kondisinya sangat kotor. "Jika komponen dibuka, saya yakin mesinnya kotor sekali," tambah Ichsan.
Untuk memilih oli mobil yang cocok, Ichsan menyarankan pengguna untuk mengikuti petunjuk yang ada di Buku Panduan atau menggunakan oli yang encer. "Trennya saat ini memang oli semakin encer. Ini dikarenakan komponen oli makin rapat," tutupnya.
"Salah satu fungsi oli adalah membersihkan mesin. Kalau diganti oli masih bening, maka itu sebetulnya tidak cocok untuk mesin," terangnya.
Ichsan bertaruh, jika mesin yang olinya tetap bening setelah digunakan sekian lama, maka jika dibongkar kemungkinan kondisinya sangat kotor. "Jika komponen dibuka, saya yakin mesinnya kotor sekali," tambah Ichsan.
Untuk memilih oli mobil yang cocok, Ichsan menyarankan pengguna untuk mengikuti petunjuk yang ada di Buku Panduan atau menggunakan oli yang encer. "Trennya saat ini memang oli semakin encer. Ini dikarenakan komponen oli makin rapat," tutupnya.
Untung Rugi Lampu LED Pada Mobil
Seiring dengan perkembangan teknologi, lampu kendaraan pun juga mengalami perubahan. Saat ini, lampu utama mulai menggunakan teknologi light-emitting diode (LED).
Tak sedikit mobil yang telah memanfaatkan lampu LED. Kelebihannya, lampu jenis ini menjanjikan sinar yang lebih terang dan konsusi listrik yang rendah.
Selain itu, lampu LED juga diklaim punya lifetime yang lebih baik. Meskipun belum ada yang dapat memberikan kepastian dapat tahan betapa lama lampu tersebut.
Sebagai perbandingan, lampu halogen diklaim bisa bertahan hidup hingga 1.000 jam. Sementara HID bisa lebih dari itu, 2.000 jam. Semuanya untuk pemakaian normal.Diketahui, LED mengeluarkan sinar berwarna putih. Warna ini terlihat memberi penerangan yang baik dalam jarak tertentu. Namun di balik itu sebenarnya sinar putih lebih menyilaukan mata ketimbang sinar yang berwarna kekuningan.
"Selama sinar dipancarkan pada arah yang tepat, tidak akan masalah," ujar Dadi Hendriadi GM Technical Service PT Toyota-Astra Motor (TAM) di sela-sela Test Drive all new Fortuner di Yogyakarta, yang ditulis Sabtu (30/1/2016).
Tapi masalahnya, lanjut Dadi, mobil-mobil pada jenis SUV dan MPV terkadang ketinggian lampu yang kurang optimal. "Kondisi ini (membuat pemilik kendaraan) akan mengarahkan sinar lampu utama ke atas," imbuhnya.
Bila ini terjadi, otomatis arah lampu akan menggangu pandangan pengendara di depannya. "Makanya fitur auto leveling akan berguna dalam kondisi seperti ini," sebut dia.
Dikatakan, lampu LED pun punya kelemahan lain, khususnya ketika masa penggunaannya sudah habis. Meski hanya satu lampu yang mati, misal dalam rangkaian daytime running lights, kita tak bisa mengganti satu unit LED saja. "
Selasa, 02 Februari 2016
Cara Aman Parkir Di Tanjakan
Untuk menghindari kemungkinan itu, ada empat tips yang bisa dipraktikkan, seperti dilansir dari Astraworld, Senin, 1 Februari 2016.
Yang pertama adalah pastikan mengaktifkan rem tangan dengan maksimal. Pada posisi parkir menanjak ataupun menurun, usahakan menarik lebih kuat tuas rem tangan.
Kemudian posisikan transmisi pada posisi gigi satu atau mundur (untuk transmisi matik pasang di posisi P).
Ketiga, belokkan roda depan ke sisi kiri atau kanan. Ketika parkir di tanjakan, putar roda depan hingga sisi bagian belakang salah satu roda depan menyentuh trotoar atau bidang yang lebih tinggi dari jalan.
Hal ini dilakukan, agar ketika rem tangan gagal berfungsi, posisi ban menjaga kendaraan tidak bergerak, karena ditahan oleh trotoar tersebut.
Terakhir, ganjal roda depan dengan kayu atau batu. Jika lokasi parkir sangat terjal dan licin, tambahkan dengan ganjalan pada bagian roda depan dan belakang secara menyilang.
Misalnya, roda yang diganjal adalah roda bagian depan kiri dan bagian roda belakang kanan, agar posisi parkir mobil lebih aman.
Bahaya Pasang Relay Pada Lampu Mobil
Bagi sebagian orang, cahaya yang dihasilkan lampu besar (headlamp) mobil bawaan pabrik dirasakan masih kurang memuaskan.
Dilansir dari Astraworld, Senin, 1 Februari 2016, untuk membuat cahayanya lebih terang, biasanya pemilik mobil menambahkan relay pada rangkaian headlamp, memperbesar ukuran kabel dan menaikan daya lampu.
Namun, di balik penambahan tersebut, terdapat risiko yang harus dicermati. Sewaktu-waktu kabel rangkaian headlamp dapat terbakar akibat panas yang berlebihan pada kabel, relay atau soket lampu. Panas ini berasal dari arus yang besar yang diperlukan untuk menghidupkan headlamp dengan daya yang besar.
Untuk itu, guna penambahan rangkaian, perlu dibekali dengan komponen-komponen yang berkualitas, terutama pada kabel, relay, soket dan bohlam lampu.
Pemasangannya pun harus benar-benar rapi, kencang dan terbungkus dengan pengaman yang baik. Karena, posisi headlamp cukup rawan terkena percikan air hujan.
Penambahan rangkaian ini juga perlu mendapatkan perawatan rutin.
Lakukan pengecekan rutin minimum tiga bulan sekali, untuk mengantisipasi
terjadinya korsleting.
Segera lakukan pergantian atau perbaikan, apabila ditemukan kabel
yang terkelupas, sambungan yang kendor atau bahkan meleleh. Tujuannya
untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti
terbakar atau meleleh.
Panas yang berlebihan pada kabel rangkaian headlamp juga
mengindikasikan bahwa rangkaian tersebut tidak cukup kuat untuk dilalui
arus listrik yang besar. Untuk mengantisipasinya, ganti rangkaian kabel
dengan yang baru dan lebih berkualitas.
Penyebab Cat Motor Cepat Kusam
Cat motor kusam atau dekil tentu mengganggu
penampilan kendaraan. Banyak orang mengasumsikan jika kendaraan yang
bersih atau resik akan menggambarkan karakter si pemiliknya. Tak heran
jika kemudian pemilik berusaha melakukan perawatan kendaraannya,
termasuk dalam urusan cat sepeda motor.
Diketahui, ada beberapa faktor yang membuat cat motor kusam. Apa saja? Berikut seperti dilansir situs resmi Honda, Selasa 2 Februari 2016:
1. Panas dari terik matahari
Kejadian ini biasa terjadi dari penempatan parkir motor di tempat yang terbuka. Panas dari sinar matahari sangat berpengaruh pada pudarnya warna cat motor, apalagi parkirnya berlangsung lama sampai bejam-jam. Radiasi sinar ultraviolet (UV) yang ada di terik matahari mampu mendekonstruksi lapisan cat, yang mengakibatkan warna cat motor menjadi kusam, pudar, atau menguning.
Solusi:
Parkirkan motor kesayangan Anda di tempat yang teduh atau tertutup. Anda juga dapat menutupi motor dengan sarung motor yang kini banyak dijual di toko-toko aksesori sepeda motor.
2. Debu yang menumpuk
Debu yang terlalu lama melekat di bodi akan membuat daya kilap plastic semakin berkurang. Jangan anggap sepele, debu yang menebal di bodi motor dapat berakibat bodi motor cepat baret-baret. Partikel halus pengganggu yang hampir selalu hinggap di motor ini juga bisa membuat keindahan warna motor terganggu.
Solusi:
Luangkan waktu untuk mencuci motor kesayangan Anda. Jangan mengelap debu langsung dengan lap kering, karena lap kering hanya menyebabkan baret-baret tipis di permukaan bodi. Lebih baik lap dengan kain microfiber (kanebo) serta biasakan langsung membasuh debu dengan air supaya partikel lembut tersebut luntur dari bodi.
3. Terkena air hujan
Untuk daerah perkotaan, polusi udara bikin kondisi air hujan jadi makin asam yang akan berpengaruh ke warna cat motor. Air hujan mengandung zat asam nitrat (HNO3) yang dapat merusak lapisan pengkilap cat motor. Terlebih lagi zat ini dapat mempercepat proses korosi pada bagian logam, seperti pada mesin dan sasis.
Solusi:
Memang sulit terhindarkan air hujan ini. Selalu bilas motor yang telah terkena air hujan dengan air bersih dan jangan sampai menundanya.
Diketahui, ada beberapa faktor yang membuat cat motor kusam. Apa saja? Berikut seperti dilansir situs resmi Honda, Selasa 2 Februari 2016:
1. Panas dari terik matahari
Kejadian ini biasa terjadi dari penempatan parkir motor di tempat yang terbuka. Panas dari sinar matahari sangat berpengaruh pada pudarnya warna cat motor, apalagi parkirnya berlangsung lama sampai bejam-jam. Radiasi sinar ultraviolet (UV) yang ada di terik matahari mampu mendekonstruksi lapisan cat, yang mengakibatkan warna cat motor menjadi kusam, pudar, atau menguning.
Solusi:
Parkirkan motor kesayangan Anda di tempat yang teduh atau tertutup. Anda juga dapat menutupi motor dengan sarung motor yang kini banyak dijual di toko-toko aksesori sepeda motor.
2. Debu yang menumpuk
Debu yang terlalu lama melekat di bodi akan membuat daya kilap plastic semakin berkurang. Jangan anggap sepele, debu yang menebal di bodi motor dapat berakibat bodi motor cepat baret-baret. Partikel halus pengganggu yang hampir selalu hinggap di motor ini juga bisa membuat keindahan warna motor terganggu.
Solusi:
Luangkan waktu untuk mencuci motor kesayangan Anda. Jangan mengelap debu langsung dengan lap kering, karena lap kering hanya menyebabkan baret-baret tipis di permukaan bodi. Lebih baik lap dengan kain microfiber (kanebo) serta biasakan langsung membasuh debu dengan air supaya partikel lembut tersebut luntur dari bodi.
3. Terkena air hujan
Untuk daerah perkotaan, polusi udara bikin kondisi air hujan jadi makin asam yang akan berpengaruh ke warna cat motor. Air hujan mengandung zat asam nitrat (HNO3) yang dapat merusak lapisan pengkilap cat motor. Terlebih lagi zat ini dapat mempercepat proses korosi pada bagian logam, seperti pada mesin dan sasis.
Solusi:
Memang sulit terhindarkan air hujan ini. Selalu bilas motor yang telah terkena air hujan dengan air bersih dan jangan sampai menundanya.
Sabtu, 30 Januari 2016
Bolehkah Mesin Mobil Dicuci Dengan Air
Bagi Anda pengguna mobil baru, pasti kerap bertanya-tanya bagaimana cara mencuci mobil yang benar. Apa yang bisa dilakukan dan apa saja yang 'haram', termasuk salah satuya mencuci mesin mobil dengan air.
Mesin merupakan organ vital bagi kendaraan. Di situ terdapat sensor-sensor, pusat kelistrikan, dan pusat pengapian. Maka itu, perlu hati-hati saat Anda membersihkan mesin.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa bagian mesin yang tak boleh terkena air, seperti bagian aki, kabel, dan sensor. Sebab itu ada yang tidak menyarankan mencuci mesin dengan air.
Selain dapat mengganggu kabel-kabel ataupun soket-soket kelistrikan, air juga bisa merusak komponen elektronik. Jika ini sudah terjadi, mesin mobil tentu tidak akan bisa menyala.
Sebagian lain membolehkan mencuci mesin dengan air. Asal, jangan menggunakan penyemprot. Sebab, air tekanan tinggi bisa membuat busi basah. Jika basah, tentu mesin tak bisa dihidupkan.
Jadi, sebaiknya Anda lebih baik menghindari penggunaan air. Lakukan pembersihan dengan menggunakan kain yang dibasahi air. Lalu, lap dengan hati-hati. Pastikan tidak ada air yang masuk ke komponen sensor dan kelistrikan.
Sesekali Anda bisa mengusir kotoran membandel dengan engine degreaser. Anda bisa mendapatkan di bengkel-bengkel atau toko perlengkapan otomotif. Cukup semprotkan cairan itu ke mesin, lalu segera bersihkan dengan lap hingga benar-benar tak ada kotoran.
Waspada Ban Belakang Motor Matic Anda Goyang
Permasalahan seperti ban belakang pada motor goyang sering kali kita temui, terlebih pada motor matik.
Hal tersebut jangan pernah dianggap permasalahan gampang, karena ban merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor karena berkaitan langsung dengan gerak laju kendaraan.
Akibat kurangnya perhatian terhadap komponen ini beberapa kasus sering kali terjadi, seperti pecah ban dan terjatuh saat jalan dalam keadaan licin.
Teknisi Superban, Ali mengatakan, pemilik kendaraan harus secara rutin mengecek kondisi engine mounting atau penghubung antara mesin dan roda motor matik yang dimiliki.
"Engine mounting berfungsi sebagai penyambung, bantalan dan peredam getaran mesin agar getaran yang terjadi tidak terlalu besar. Meskipun jarang melewati jalanan rusak engine mounting tetap akan rusak apabila motor sudah diatas umur lima tahun," ungkapnya kepada Viva.co.id, Minggu 31 Januari 2016.
Engine mounting biasanya tidak lagi bekerja dengan sempurna dan bearing juga sudah kendur sehingga ban belakang motor akan terasa goyang. Hal ini ditegaskannya tidak bisa dianggap remeh.
"Engine mounting yang sudah 'aus'atau bearingnya sudah kendur pada saat jalan motor terasa goyang. Telebih saat melewati jalan menikung. Komponen yang yang perlu diganti itu berupa karet engine mounting, sehingga apabila mengalami ban goyang lebih baik cek kondisi engine mountingnya," tambahnya.
Tips Merawat AC Mobil
Berkendaraan Mobil akan terasa nyaman, jika penyejuk udara (AC)
bekerja sempurna. Sudah menjadi suatu kebutuhan apalagi dikota besar
seperti Semarang ,kalau AC ngadat atau tak dingin, keadaan pun jadi
serba salah kaca jendela kalau dibuka, masalah keamanan, debu dan asap
kendaraan akan masuk, namun jika ditutup ruangan akan terasa panas dan
pengap. Gangguan pada AC biasanya lantaran kurang perawatan.
Tips berikut ini dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kondisi AC menjadi rusak berat:
- Jagalah selalu kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Terutama karpet 2 lembar yang didepan karena kotoran akan tersedot kedalam evaporator (lembab) sehingga terjadi jamur dan spora sangat tidak baik buat kesehatan, dan menimbulkan bau yg tidak enak bila pertama kali AC dihidupkan.
- Saat mencuci mobil, buka kap mesinnya dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (yang bentuknya mirip radiator dan biasanya terletak didepan radiator) kotoran atau debu yang menempel bila dibiarkan akan mengeras bisa mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menjadi bocor pada bagian kondensor.
- Memilih tempat parkir yang teduh jika parkir kendaraan dalam waktu yang cukup lama, Karena kalau di tempat panas ruang dalam mobil menjadi cukup panas mengakibatkan proses pendinginan mebutuhkan waktu yang lama. Selain itu beban pendinginan saat mobil berjalan pun ikut tinggi.
- Perisalah ExtraFan (kipas) yang didepan Condensor apakah hidup bila Ac dihidupkan. Bila tidak segera ganti, akan mengakibatkan Compressor rusak atau selang high press bisa meledak.
- Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator nikotinnya yang lengket dan berlendir serta menimbulkan bau tak sedap dan susah hilang.
- Jangan memaksimalkan beban AC saat kendaraan melaju kencang dengan menurunkan temperaturnya.
- Sebelum menghidupkan mesin matikan AC terlebih dahulu, sesudah mesin stabil baru hidupkan AC. Begitupun sebaliknya, matikan AC terlebih dahulu bila mau matikan mesin.
- Jangan memakai pengharum wewangian yang mutunya kurang jelas, akan menimbulkan bau dan susah dibersihkan. Dan jangan memakai pengharum model colok ke grill sebab sering terjadi patah. (karena sebagian Grill susah dapat dibeli dipasaran).
- Kalau ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin lebih baik segera ke bengkel specialist ac mobil, agar tidak terlanjur rusak yang mengakibatkan biaya tinggi.
- Lakukan perawatan rutin AC.Sangat disarankan setahun sekali, yang perlu diganti Receiver Dryer, Oil Compressor, services Blower, Evaporator, kuras Condensor dan Freon. Perawatan rutin di samping memperpanjang fungsi Componen AC menjadi lebih lama, juga akan membuat udara segar yang berembus selalu segar.
Efektifkah Mengelas Evaporator Yang Bocor
Seiring waktu berjalan hembusan udara dingin Air Conditioner (AC) lambat laun makin berkurang. Bahkan tak jarang, udara yang dihasilkan tidak dingin sama sekali. Masalah ini memiliki banyak penyebab, salah satunya adalah evaporator yang mengalami kebocoran.
Evaporator sendiri berfungsi sebagai penampung hawa dingin dari freon yang sudah berubah wujud menjadi uap. Dimana sebelumnya freon mengambil udara panas yang juga berada dalam evaporator dan mengubahnya menjadi udara dingin.
Adapun beberapa penyebab evaporator bocor yaitu kurang perawatan yang menyebabkan korosi, tekanan freon berlebih, sistem freon mampet, tak memakai filter kabin dan usia pemakaian.
"Biasanya karena masalah usia pemakaian. Namun di samping itu banyak juga penyebabnya, seperti kurang perawatan. Kotoran yang menumpuk berisiko menyebabkan evaporator mengalami kerusakan," ucap Ferry selaku pemilik bengkel spesialis AC Auto Rotary Bintaro yang berlokasi di di RC Veteran No.1a, Bintaro Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Untuk mengetahui apakah evaporator mengalami kebocoran dapat dilakukan dengan memberi tekanan udara. Tentunya komponen ini haris dibongkar terlebih dahulu dan ada baiknya dilakukan di bengkel yang telah berpengalaman. Evaporator yang telah dicopot direndam ke dalam air dan diberi tekanan udara. Apabila ada gelembung udara muncul, dipastikan komponen tersebut mengalami kebocoran.
Jika sudah diketahui akar penyebabnya adalah kebocoran, salah satu cara mengakalinya adalah dengan mengelas. Namun sayangnya, perbaikan dengan cara tersebut kurang efektif.
"Prinsipnya jika evaporator sudah terjadi kebocoran, kemungkinan besar sudah terjadi korosi. Jika dilas biasanya tidak akan awet, artinya jika kita las di titik A, maka kebanyakan akan merembet ke titik B, C dan seterusnya," ucapnya.
Pemborosan biaya pun dapat terjadi. Sebab apabila bocor kembali, konsumen harus mengisi freon yang terbuang. Oleh karena itu, Ia menyarankan agar konsumen segera mengganti evaporator dengan yang baru.Mengganti evaporator baru memang akan memakan biaya yang cukup besar. Namun jika dibandingkan dengan masa pakainya yang cukup lama hingga kembali bocor, bisa dikatakan ongkos yang terbuang lebih ekonomis.
Mengenal Istilah Aerodinamika
Aerodinamika biasanya dikaitkan dengan teknologi pesawat terbang. Untuk dapat terbang maka pesawat harus dijalankan dengan kencang di landasan beberapa ratus meter dan baru dapat mengangkasa.
Dengan semakin cepatnya pesawat di landasan, maka daya angkat yang ditimbulkan oleh udara yang diterjang bodi pesawat akan semakin tinggi, maka bodi pesawat semakin terangkat ke udara dan dengan ditunjang oleh gaya dorong pesawat, maka pesawat akan mampu mengudara.
Sebaliknya supaya pesawat dapat turun lagi ke landasan, maka selain mengurangi gaya dorong pesawat juga mengurangi gaya angkat yang terjadi dengan cara merubah posisi sebagian komponen sayap.
Sebenarnya penerapan ilmu aerodinamika untuk mobil sudah berlangsung lama, khususnya pada mobil balap yang berkecepatan tinggi, seperti mobil balap Formula 1 yang memiliki kecepatan sampai sekitar 300 km/jam.
Dengan bentuk bodi mobil balap mirip dengan bodi pesawat, dengan bentuk bodi yang streamline dan landai maka gaya hambat udara diminimalisir, sehingga traksi mobil tidak banyak terkurangi daya hambat udara dan juga pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit.
Selain itu, dengan bentuk bodi yang aerodinamis, gaya samping dan momen yang terjadi pada mobil terkendali lebih baik, sehingga stabilitas mobil tetap baik dan aman saat mobil berkecepatan tinggi seperti pada perubahan kecepatan, pengereman, jalan belok, jalan naik-turun dan berbagai manuver lainnya.
Yang membedakan dengan pesawat, kecepatan mobil semakin cepat maka daya angkat yang terjadi pada bodi mobil harus diminimalisir dan memaksimalkan daya tekan ke bawah atau downforce sehingga ban selalu menapak kuat pada jalan.
Jika beberapa milimeter saja ban mobil terangkat dari jalan, maka perilaku mobil tidak dapat dikendalikan, khususnya rem dan kemudi tidak dapat mengendalikan mobil, sangat berbahaya dan dapat terjadi kecelakaan.Aerodinamika pada mobil diketahui berguna untuk meminimalisir hambatan angin yang menerjang kendaraan dan membuat mobil semakin irit bahan bakar.
Dengan semakin cepatnya pesawat di landasan, maka daya angkat yang ditimbulkan oleh udara yang diterjang bodi pesawat akan semakin tinggi, maka bodi pesawat semakin terangkat ke udara dan dengan ditunjang oleh gaya dorong pesawat, maka pesawat akan mampu mengudara.
Sebaliknya supaya pesawat dapat turun lagi ke landasan, maka selain mengurangi gaya dorong pesawat juga mengurangi gaya angkat yang terjadi dengan cara merubah posisi sebagian komponen sayap.
Sebenarnya penerapan ilmu aerodinamika untuk mobil sudah berlangsung lama, khususnya pada mobil balap yang berkecepatan tinggi, seperti mobil balap Formula 1 yang memiliki kecepatan sampai sekitar 300 km/jam.
Dengan bentuk bodi mobil balap mirip dengan bodi pesawat, dengan bentuk bodi yang streamline dan landai maka gaya hambat udara diminimalisir, sehingga traksi mobil tidak banyak terkurangi daya hambat udara dan juga pemakaian bahan bakar menjadi lebih irit.
Selain itu, dengan bentuk bodi yang aerodinamis, gaya samping dan momen yang terjadi pada mobil terkendali lebih baik, sehingga stabilitas mobil tetap baik dan aman saat mobil berkecepatan tinggi seperti pada perubahan kecepatan, pengereman, jalan belok, jalan naik-turun dan berbagai manuver lainnya.
Yang membedakan dengan pesawat, kecepatan mobil semakin cepat maka daya angkat yang terjadi pada bodi mobil harus diminimalisir dan memaksimalkan daya tekan ke bawah atau downforce sehingga ban selalu menapak kuat pada jalan.
Jika beberapa milimeter saja ban mobil terangkat dari jalan, maka perilaku mobil tidak dapat dikendalikan, khususnya rem dan kemudi tidak dapat mengendalikan mobil, sangat berbahaya dan dapat terjadi kecelakaan.Aerodinamika pada mobil diketahui berguna untuk meminimalisir hambatan angin yang menerjang kendaraan dan membuat mobil semakin irit bahan bakar.
Kamis, 28 Januari 2016
Cara Mudah Menghilangkan Bau Pada Kabin
Bagi beberapa orang, mengendarai mobil
akan lebih nyaman jika kabin terlihat resik dan bebas bau. Namun kadang,
kita menumpahkan sesuatu atau membawa buah-buahan yang memiliki aroma
menusuk, seperti durian.
Bau durian atau bensin yang tercecer di dalam kabin tidak akan hilang
dalam waktu singkat, jika Anda hanya mengandalkan udara luar dan
pengharum ruangan saja.
Untuk mengusir bau yang menusuk atau menyengat, Anda dapat
menggunakan salah satu dari dua bahan yang biasa ditemukan di dapur
rumah.
Dilansir dari Autoevolution, Senin, 25 Januari 2016, bahan
penyerap bau adalah
Kopi Bubuk.
Taburkan kopi bubuk pada
sumber bau atau di sekitar kabin mobil, dan biarkan selama beberapa
waktu.
Kopi mengandung bahan yang dapat menyerap bau dengan cukup efektif,
dan bekas bubuk kopi dapat dibersihkan dengan mudah tanpa meninggalkan
noda.
Baking Soda
Bahan kedua yaitu baking soda, yang biasa
digunakan untuk membuat kue atau roti. Penerapannya sama seperti kopi
bubuk, dan juga dapat dibersihkan dengan mudah.
Tanda Kerusakan Power Window
Salah satu fitur yang sudah menjadi standar kebanyakan mobil baru adalah power window. Perangkat ini memberikan kemudahan dan kenyamanan saat menaik-turunkan kaca jendela mobil.
Dengan adanya power window, pengemudi maupun penumpang cukup
menekan tombol yang terdapat di pintu mobil. Tombol akan mengaktifkan
motor listrik yang memutar regulator untuk menaikkan atau menurunkan kaca.
Pada umumnya, tombol power window di pintu pengemudi sudah dilengkapi dengan auto-up dan auto-down. Fitur tersebut akan membuka dan menurukan kaca jendela hanya dengan sekali menekan tombol.
Di beberapa tipe mobil, power window juga juga dilengkapi jam protection, yang berfungsi melindungi anggota tubuh dari kemungkinan terjepit kaca.
Agar power window tetap dapat
berfungsi dengan normal, sebaiknya perhatikan gejala-gejala awal untuk mendeteksi kerusakannya.
Berikut daftar gejala beserta solusinya,
seperti dilansir dari Astraworld, Selasa 26 Januari 2016:
- Saat tombol power window ditekan, kaca jendela kadang naik kadang tidak. Masalah ini kemungkinan karena sakelar power window rusak. Jika hal ini terjadi di bagian pintu penumpang, operasikan melalui central power window yang terdapat di pintu pengemudi.
- Terdengar bunyi kasar. Apabila bunyi berasal dari dalam pintu, kemungkinan penyebabnya adalah regulator power window di dalam pintu sudah mulai rusak. Agar kerusakan tidak semakin parah, sebaiknya jangan mengoperasikan power window.Segera cek ke bengkel, untuk memastikan apakah ada komponen yang lepas, kendor atau rusak geriginya.
- Proses naik-turun kaca tidak lancar atau seret, dan terdapat baret di salah satu sisi kaca jendela. Hal ini bisa disebabkan jalur pada kaca dalam kondisi kering, miring atau keluar dari jalurnya.
Solusinya, lakukan penyetelan posisi kaca jendela di bengkel resmi,
agar posisinya kembali normal, dan lumasi jalur kaca jendela agar proses
naik-turun lebih lancar.
Selasa, 26 Januari 2016
Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Busi
Busi adalah komponen kecil tetapi memainkan peranan besar dalam
setiap mesin bakar. Tanpa busi, mesin tidak dapat dihidupkan. Fungsi
busi adalah menyalakan campuran bahan bakar dan udara yang masuk ke
dalam ruang pembakaran, menghantarkan panas keluar dari pembakaran dan
menutup lubang di kepala silinder agar gas pembakaran tidak bocor.
Menurut
Heri Margiraharjo, Sales Technical Engineer PT NGK Busi Indonesia, jika
mesin mogok jangan langsung menyalakan busi, mengingat fungsi busi
hanya mengeluarkan percikan api dan memindahkan panas keluar dari ruang
pembakaran.
Selain itu busi berperan juga sebagai jendela dan
memberi petunjuk tentang kondisi mesin. Ibarat thermometer dipakai
dokter, mekanik dapat mendiagnosis gejala dan kondisi mesin.
“Kalau dia mekanik yang sudah tinggi jam terbangnya dan
berpengalaman, pasti dia bisa menganalisa gejala-gejala kayak gitu, dan
bisa menemukan akar permasalahan mesin,” terang Heri kepada otosia.com
dalam kesempatan lalu.
Terkadang busi sering dijadikan kambing
hitam dan dibuang sebelum umur pakainya berakhir. Padahal usia busi
untuk kendaraan roda dua rata-rata 5.000 km, dan untuk roda empat
rata-rata 10.000 – 15.000 km.
Pada bagian lain, setidaknya ada
beberapa hal yang perlu diketahui soal busi. Misalnya menyangkut suhu
busi dalam kendaraan.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi suhu
busi:
- Perbandingan udara/bensin
Suhu di
pucuk pengapian paling ideal jika perbandingan udara dan bensin 14.7 :
1. Hal ini juga akan menghasilkan tenaga mesin secara maksimal. Suhu
tersebut akan menurun apabila udara/bensin diubah menjadi lebih kurus
atau lebih gemuk.
- Perbandingan kompresi
Menaikkan
perbandingan kompresi berisiko menaikkan suhu dan tekanan gas
pembakaran. Sebagai akibatnya, suhu pucuk pengapian naik, dan sebaliknya
toleransi pengapian dini malah menurun secara perlahan-lahan.
- Setelan waktu pengapian
Memajukan
waktu pengapian berakibat meningkatnya suhu pucuk pengapian, karena
waktu kompres gas pembakaran diperpanjang. Sementara toleransi suhu
pengapian dini naik secara perlahan-lahan karena tekanan dan suhu bahan
bakar lebih rendah sebelum pembakaran.
- Bahan bakar
Pada
kecepatan dan beban normal, suhu pucuk pengapian dan dinding ruang
pembakaran sedikit lebih tinggi dengan bahan bakar LPG daripada bensin.
Ini disebabkan LPG tidak membutuhkan panas untuk menguap, maka proses
pendinginan pun lebih lamban.
- Kecepatan dan beban mesin
Suhu pucuk pengapian meningkat secara proporsional dengan meningkatnya kecepatan dan penambahan beban.
- Pengencangan busi
Kurang
mengencangkan busi atau gasketnya ketinggalan saat pemasangan busi
berakibat naiknya suhu busi dengan cepat, karena penyaluran panas dari
mesin tidak efisien. Jika sistem pendinginan air macet, suhu mesin dan
busi naik lebih cepat.
Tips Merawat Mobil Saat Musim Hujan Menurut Honda
Sejak akhir November Indonesia sudah memasuki musim penghujan hingga
bulan Februari 2016. Selain banjir yang harus dihindari, kendaraan butuh
perhatian khusus di saat musim hujan, termasuk berhati-hati berkendara
saat jalanan basah.
Kali ini PT Honda Prospect Motor (HPM) memberikan tips berkendara dan merawat mobil di musim hujan. Berikut tipsnya:
1. Sistem roda
Cek
kondisi ban secara visual meliputi tekstur dan tingkat keausan ban.
Lakukan penggantian ban bila hal itu terjadi dan periksa tekanan angin
ban sesuai dengan spesifikasinya.
2. Sistem pengereman
Periksa ketinggian level cairan fluida rem, tambahkan bila kurang dari spesifikasinya
Periksa kondisi kanvas rem terhadap keausan, ganti bila ketebalannya di luar spesifikasinya
3. Sistem kelistrikan
Periksa kondisi kelistrikan
kendaraan. Pastikan semua kondisi lampu-lampu dapat berfungsi dengan
dengan baik. Dan pastikan pula seluruh komponen kelistrikan kendaraan
dapat beroperasi dengan baik
4. Sistem Air Conditioner (AC)
Periksa
kondisi AC, lakukan perawatan dengan mengganti filter AC bila tersedia.
Pastikan temperatur pendinginannya bekerja dengan baik.
Pendinginan AC yang kurang baik dapat menyebabkan pengembunan di dalam mobil pada saat terjadi hujan.
5. Karet pintu
Periksa
kondisi karet-karet pintu, pastikan kondisinya baik. Kondisi karet yang
tidak baik yaitu karetnya telah mengeras sehingga sulit menyesuaikan
dengan pintu saat ditutup sehingga dapat menyebabkan kebocoran.
Waspada Objek Tersembunyi Perusak Ban Saat Banjir
Menerobos banjir berisiko merusak komponen mesin baik kendaraan roda
empat maupun roda dua. Lantas bagaimana dengan ban yang dipaksa
menerobos genangan air atau terendam cukup lama?
Menurut Virdan
selaku Nasional Technical Support Department Achilles, ban yang telah
dipasarkan dan telah mendapat sertifikasi sangat aman digunakan di
berbagai kondisi jalan, karena sebelum dipasarkan ban telah melalui
berbagai uji kelayakan untuk mematenkan performanya.
"Pada
dasarnya ban yang sudah dipasarkan sudah melalui uji kelayakan. Ban ini
sudah diujicoba dalam berbagai kondisi ekstrem mulai dari panas sampai
dingin. Tidak ada masalah kalau mau menerobos banjir atau terendam, ban
tetap aman," ungkapnya.
Namun yang perlu diperhatikan adalah bahaya objek tersembunyi
terutama saat menerobos banjir yang berisiko merusak atau merobek ban.
Misalnya lubang, paku yang menempel di kayu, bongkahan batu atau semen
tajam, pecahan botol dan sebagainya yang bisa menembus ban.
"Masalahnya
mungkin bukan karena airnya, tetapi bahaya lain seperti jalan berlubang
atau benda tajam yang tak terlihat saat banjir. Air banjir tentu tidak
jernih, kita jadi sulit mengetahui apa yang ada di sekitar," jelasnya.
Oleh karena itu, Ia tak menyarankan bagi pengendara untuk menerobos
banjir dalam kondisi apapun. Ban yang mengalami kerusakan saat menerobos
banjir tentu akan menyulitkan pengendara.
"Disarankan untuk tidak menerobos banjir. Soalnya tidak hanya ban yang terancam kerusakan, mesin yang paling utama," tutupnya.
Cara Buka Tutup Radiator Yang Benar
Seperti komponen lain, radiator harus secara reguler dipantau airnya. Jika kurang, maka air harus ditambah sesuai standar. Nah, dalam hal ini, tidak bisa sembarangan dalam membuka tutup radiator.
Menurut M. Wahid, instruktur di Technic Center Daihatsu, Sunter, Jakarta Utara, saat membuka tutup dan mengganti air radiator, pastikan kondisi mesin tidak dalam kondisi panas.
- "Pastikan mobil tidak dalam keadaan panas. Sebabnya, kondisi panas membuat radiator berada dalam tekanan tinggi. Ini berbahaya jika langsung dibuka,"
- Setelah mesin dingin, maka tutup radiator baru dapat dibuka. "Ini juga tidak boleh sembarangan. Pastikan sudah tidak ada lagi tekanan dengan cara membuka tutup 45 derajat, sampai tekanan terbebas," tambahnya.
- Proses pengisian kembali cairam baru dapat dilakukan setelah itu. "Gunakan cairan yang kandungannya 70 persen air murni dan sisanya additive cairan anti karat (coolant)," tutupnya.
Tips Berkendara Untuk Ibu Hamil
Bagi para wanita, mengemudi dalam keadaan hamil tentu
menimbulkan rasa tidak nyaman. Dan dengan berkurangnya kenyamanan maka
akan berpengaruh pula kepada keselamatan.
Sadar akan hal ini teknisi dan desainer Ford merancang kendaraannya
dengan memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan untuk para ibu hamil.
Setelah meneliti dan mempelajari pendalaman ibu hamil saat berkendara,
David Stanley, Supervisor, Vehicle Package & Ergonomics, Vehicle
Engineering Ford Australia, menemukan beberapa tips keselamatan
berkendara bagi para calon ibu:
- Kenakan sabuk keselamatan dengan benar – Pastikan sabuk Anda diposisikan di bawah perut, melintang pinggul Anda. Tali bahu harus berada di antara payudara, dan pastikan untuk menariknya sehingga sabuk terasa nyaman dan kencang
- Mundurkan kursi – Mundurkan kursi Anda ke jarak yang nyaman saat berkendara. Sedikit memiringkan kursi dapat membantu. Hal ini akan melindungi perut Anda apabila airbag bekerja
- Berikan bantalan pada punggung – Jika Anda memiliki nyeri punggung terkait kehamilan, tempatkan bantal sandaran bulat kecil untuk menahan punggung bawah atau gunakan gulungan handuk. Hal ini akan membantu meningkatkan kenyamanan saat berkendara
- Istirahat sejenak – Jika Anda berkendara dalam waktu yang lama, istirahatlah secara teratur untuk meningkatkan aliran darah ke kaki Anda. Kaki dan pergelangan kaki rentan terhadap pembengkakan dan dapat bertambah buruk karena duduk dalam waktu yang lama. Anda bisa beristirahat lalu dengan lembut menggerakkan kaki, memutar pergelangan kaki, dan menggoyangkan jari-jari kaki Anda
- Jadilah penumpang – Bila mungkin, jadilah penumpang. Duduk di kursi belakang adalah tempat terselamat di mobil untuk ibu hamil. Jika Anda duduk di kursi depan, pastikan untuk mendorong kursi ke belakang sejauh mungkin untuk melindungi diri saat airbag bekerja
- Bawa data kesehatan Anda – Ke mana pun Anda pergi, pastikan untuk membawa kartu catatan kehamilan, yang mencakup daftar terperinci informasi medis, hasil tes dan kotak darurat.
Tips Menantang Medan Offroad
Berkendara di medan off-road pastinya menyenangkan dan
menantang bagi Anda, khususnya para penggemar olahraga adventure.
Namun
berkendara di medan off-road tidak bisa asal injak gas dan putar setir
begitu saja. Diperlukan teknik-teknik tersendiri agar Anda mampu
berkendara baik, termasuk mampu mengendalikan medan jalan yang ekstrim.
Untuk Anda yang ingin bermain off-road, berikut beberapa tips
mengemudi dari Shell Helix. Dengan trik-trik ini Shell Helix berharap
Anda mampu menjinakkan jalan rusak dan bergelombang di jalan.
- Melajulah dengan kecepatan yang tepat. Artinya, Anda harus bisa mengasai diri untuk mengemudikan mobil dalam kecepatan sepelan mungkin dan secepat yang diperlukan.
- Berkendara di permukaan jalan tanah dapat menyebabkan kendaraan Anda tergelincir ke samping. Karena itu, belokkan kendaraan ke arah di mana bagian belakang mobil bergerak. Di saat itu, tekan gas dengan lembut untuk mendapatkan kontrol dan mengarahkan kembali ke turunan.
- Jalan Berbatu: Perhatikan baik-baik kondisi jalan dan lingkungan di depan, serta rencanakan rute untuk menjaga kendaraan sedatar mungkin. Usahakan untuk tetap dalam kecepatan rendah yang stabil, dan usahakan agar tidak mogok atau berhenti.
- Turunan Curam: Pilih gear transmisi serendah mungkin dan biarkan engine brake membantu Anda memperlambat kendaraan. Jika kendaraan Anda memiliki fitur ‘menurni bukit’ ada baiknya mempergunakan itu. Namun jika Anda terpaksa membutuhkan pengereman di turunan curam dan panjang, maka lakukanlah tekanan rem selembut mungkin.
- Tanjakan Curam: Pilih gear transmisi yang akan membawa Anda menanjak dengan kecepatan tetap. Kurangi gas saat Anda melewati hambatan, tapi jangan sampai berhenti. Akselerasi berlebihan di bukit dapat menyebabkan hilangnya traksi, gangguan pada isi kendaraan, dan kemungkinan kerusakan pada kendaraan.
- Hindari mengemudi melewati air yang lebih dalam daripada pusat roda Anda.
Fungsi Utama Ban
Ban merupakan salah satu faktor
terpenting dalam berkendara yang memiliki berbagai macam fungsi untuk
mengantisipasi terjadinya kecelakaan dalam berkendara.
Secara umum, fungsi utama dari ban untuk semua jenis kendaraan pada dasarnya sama, yaitu;
- Menahan Beban, dalam hal menahan beban, yang paling berpengaruh adalah tekanan angin. Karena angin dalam ban berfungsi untuk menopang berat kendaraan dan muatan.
- Meredam Guncangan, tekanan angin dan tipe ban (radial/ bias) sangat berpengaruh dalam meredam guncangan awal sebelum diredam lagi oleh suspensi. Ban tipe radial mampu meredam guncangan lebih baik daripada ban tipe bias.
- Meneruskan tenaga dari mesin, ban berfungsi untuk meneruskan gaya gerak dan pengereman ke permukaan jalan. Hal ini berkaitan dengan kinerja traksi dan pengereman, yang berpengaruh dalam hal ini adalah pattern atau kembangan dari ban.
- Meneruskan fungsi kemudi, ban sangat penting dalam mengontrol arah kendaraan, hal ini akan menentukan kemampuan bermanuver dan kestabilan dalam berkendara.
Jika ban telah disesuaikan dengan fungsi
utamanya, tentu akan mengurangi gangguan maupun kendala saat
berkendara dan menjadi langkah tepat dalam mengantisipasi terjadinya
kecelakaan, yang merugikan pengemudi sendiri dan orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)















